Jumat, 10 Oktober 2014

10 10 2014 20jtempatbelasribu

:-)  ya... Itu hari pernikahan kakakku... Dinmana hari itu hari yang membahagiakan untuk dan keluargaku...
Tanggal 10 bulan ke 10 tahun 2014 adalah hari istimewa itu... :-)
Cerita mengharukan juga mendampingi acara itu.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Harapan :-)

Terkadang Allah memberikan perantara bagi kita untuk lebih dekat dengan orang lain ... Allah dia bukan tujuan yang utama dalam hidup.. Dia hanya perantara bagiku agar aku bisa lebih mengenal Engkau Allah... Sungguh aku terkadang tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi..
 Allah.. Aku sungguh ingin sukses... Aku akan berjuang aku takkan berhenti disini.

    Segenggam harapan

Segenggam harapan yang menggumpal
Tak pernah berhenti pada titik penyesalan
Tak pernah rapuh karena ribuan cobaan
Tak pernah lelah menghadang tantangan
Tak peduli derasnya badai menghadang
Tak berpikir terpaan kesulitan
Tak melulu tentang kegagalan
Hanya perlu keberanian
Hanya butuh kesabaran
Hingga mengalahkan besarnya ketakutan
Hingga mampu mengalahkan kesulitan
Inilah paradoks kehidupan
Yang diam terkalahkan
Namun, dia yang bergerak
Kehidupan mampu ia taklukan

Kamis, 02 Oktober 2014

i don't know

Aku berjalan menyusuri jalan dalam ramainya dunia malam, kakiku terus
melangkah tak tahu arah dan tanpa pernah lelah. Aku biarkan rambuthitam legamku yang sangat lembut, lurus tak bergelombang itu tergerai menutupi bahuku dan selalu mengikuti loncatan tubuhku  layaknya penari. Tak lupa aku membawa tas kecilku yang sederhana tapi sangat istimewa bagiku...
Tapi, aku tak ingat apa baju yang aku kenakan waktu itu :( warna apa pun aku sudah lupa..padahal baru beberapa jam yang lalu. Entahlah, apa yang aku lakukan, tubuhku mulai menghampiri penjual tiket bus dan aku membayarnya, apayang aku lakukan!? Aku tak mengerti.... Aku tak memahami ini Tuhan... Di sana aku melihat banyak orang bertampang preman, namun mereka hanya diamdan menatapku tajam. Aku sangat sangat takut dengan ekspresi mereka dan dengan keadaan ini. Aku berlari sangat kencang uuntuk menghindari mereka, hingga aku lupa mencari bus yang harus aku tumpangi, "payah! Apa yang kamu lakukan!" aku membentak diriku sendiri, "sebenarnya kamu ingin pergi ke mana?!" tanya ku pada diriku, tapi aku hanya diam, diam dan terus diam... Tubuhku mulai gelisah mencari cari bus yang akan aku tumpangi. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang terlihat seperti kernet menyuruhku masuk kedalam busnya, ku lihat bus yang sudah usang dan berkarat berada di depanku, tubuhku pun menurut, tangannku menjulur memberikan tiket yang aku genggam. Ku lihat sisi demi sisi bus itu, benar-benar berkarat, tanpa berpikir panjang aku langsung masuk ke dalam bus, ku naiki 3 buah tangga yang terbuat dari beai itu. Mataku langsung tertuju pada kursi kosong yang membelakangi jendela, ternyata di dalam bus itu hanya beberapa orang saja yang tak lebih dari 10 orang. Aku berusaha duduk dengan nyaman, ku gledah isi tasku dan kutemukan dompet berwarna merah muda.. Ketika aku membukanya.. Tiba2 ada seseorang dari sampingku ingin meminta uang dariku... "Maaf, ada apa?"

Sabar, itukah?

Tuhan...
Aku jatuh lagii..
Lebih perih dari yang dulu
Lebih sakit dari masa lalu
Aku ingin sekali pergi... 
Mencari obat sakit ini
Menghilangkan rasa sakit ini
Tuhan...
Mengapa Engkau coba aku lagi?
Mengapa harus hatiku tersakiti?
Mengapa kegelapan ini lagi?
Aku ingin Cahaya, Tuhan??
Inginkan terangnya kegelapan...
Aku inginkan kebahagiaan..
Tuhan
Apa yang sebenarnya yang Kau inginkan?
Apakah ingin mengujiku lagi?
Hingga ku siapkan tameng kesabaran??
Tuhan...
Aku mencoba berharap padaMu
Mencari kelebihan ku dariMu
Yang Kau berikan untukku..
Namunn...
Aku hanya bisa melihat bayangan!
Belandaskan mimpi tanpa kenyataan!
Berhkayalkan harapan, Tuhann!

what happen?

Tuhan...
Marah itu menyenangkan
Semua beradu satu menyerbu hatiku
Menelusup relung batinku
Merusak perasaan suciku
Menghapus memori terbaikku
Kebaikan ku musnah seketika
Semua terbuang sia sia
Tuhan
Marah itu membuatku murka
Entah siapapun mereka
Batinku akan terus mencacinya
Hati dan pikiran ku takkan berhenti berapi
Takkan pernah padam
Entah siapapun mereka
Akan aku bakar seketika
Tuhan
Apakah aku yang membuat kondisi ini?
Tidak Tuhan!
Muak dengan keadaan ini?
Iya! Takkan pernah tidak Tuhan!
Ingin ku hancurkan semua!
Tuhan..... :(
Apakah Kau hanya diam?
Kau hanya melihat?
Apakah Kau hanya tersenyum??!
And say"manusia itu sedang aku uji"?
Semudah itukah Tuhan??
Segampang itukah Tuhan?
Kau ingin mempermainkan manusia lemah ini??
Tidakah Engkau mampu menghancurkan manusia itu?
Tuhannn...
Marah itu merubahku..
Memang merubahku...
Aku bukanlah aku, Tuhan!
Oh Tuhan harus mengadu pada siapa lagi?
Kau pun begitu...