Aku berjalan menyusuri jalan dalam ramainya dunia malam, kakiku terus
melangkah tak tahu arah dan tanpa pernah lelah. Aku biarkan rambuthitam legamku yang sangat lembut, lurus tak bergelombang itu tergerai menutupi bahuku dan selalu mengikuti loncatan tubuhku layaknya penari. Tak lupa aku membawa tas kecilku yang sederhana tapi sangat istimewa bagiku...
Tapi, aku tak ingat apa baju yang aku kenakan waktu itu :( warna apa pun aku sudah lupa..padahal baru beberapa jam yang lalu. Entahlah, apa yang aku lakukan, tubuhku mulai menghampiri penjual tiket bus dan aku membayarnya, apayang aku lakukan!? Aku tak mengerti.... Aku tak memahami ini Tuhan... Di sana aku melihat banyak orang bertampang preman, namun mereka hanya diamdan menatapku tajam. Aku sangat sangat takut dengan ekspresi mereka dan dengan keadaan ini. Aku berlari sangat kencang uuntuk menghindari mereka, hingga aku lupa mencari bus yang harus aku tumpangi, "payah! Apa yang kamu lakukan!" aku membentak diriku sendiri, "sebenarnya kamu ingin pergi ke mana?!" tanya ku pada diriku, tapi aku hanya diam, diam dan terus diam... Tubuhku mulai gelisah mencari cari bus yang akan aku tumpangi. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang terlihat seperti kernet menyuruhku masuk kedalam busnya, ku lihat bus yang sudah usang dan berkarat berada di depanku, tubuhku pun menurut, tangannku menjulur memberikan tiket yang aku genggam. Ku lihat sisi demi sisi bus itu, benar-benar berkarat, tanpa berpikir panjang aku langsung masuk ke dalam bus, ku naiki 3 buah tangga yang terbuat dari beai itu. Mataku langsung tertuju pada kursi kosong yang membelakangi jendela, ternyata di dalam bus itu hanya beberapa orang saja yang tak lebih dari 10 orang. Aku berusaha duduk dengan nyaman, ku gledah isi tasku dan kutemukan dompet berwarna merah muda.. Ketika aku membukanya.. Tiba2 ada seseorang dari sampingku ingin meminta uang dariku... "Maaf, ada apa?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar